Senin, 23 Juni 2008

HUT DKI Jakarta dan Pilkada Jawa Tengah

apa hubungannya? mungkin nggak ada kaitan eratnya, yang jelas hanya waktunya saja yang bertepatan, tepatnya Hari Minggu, 22 Juni 2008 kemaren bertepatan dengan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta yang ke 481, Jawa Tengah menyelenggarakan even politik akbar yaitu Pilkada.

Perayaan HUT DKI dipusatkan di Pantai Festival Ancol yang dihadiri oleh Gubernur DKI dan jajarannya, dan diadakan juga di Arena Pekan Raya Jakarta di Kemayoran. untuk kembang api _konon katanya_ menghabiskan dana 1M…busyet dah….rakyat masih menderita karena harga BBM yang merangkaknaik, pemprov dengan bangga menghabiskan dana yang nggak sedikit untuk acara tersebut. BTW eniwei busway pasti ada alasan di balik semua ini, mungkin untuk menjaga gengsi jakarta sebagai Ibu kota negara kali ya? ya sudahlah…pemprov pasti lebih tahu akan kebijakannya.

dan kemaren di seluruh penjuru Jawa Tengah, warga ramai2 mendatangi TPS untuk memberikan suara mereka, dan aku sebagai warga Jateng _masih punya KTP Jateng lho!_ malah nggak ikut milih. bukan karena golput atau ogah ikut dalam pesta demokrasi lho ya, tapi lebih karena kemaren aku masih di Jakarta _sekarang juga maksudnya_ jadi ya hanya bisa mantau lewat media yang ada. dan dari kompas di dapat info bahwa Hingga pukul 21.10 semalam, dari penghitungan sementara KPU Jateng, Bibit-Rustriningsih meraih 786.705 suara, diikuti pasangan Bambang Sadono-M Adnan dari Partai Golkar yang meraih 416.296 suara, Sukawi Sutarip-Sudharto dari Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meraih 306.439 suara, M Tamzil-Rozaq Rais dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang meraih 217.346 suara, serta Agus Soeyitno-Kholiq Arif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang meraih 108.808 suara.

dan sekarang tinggal berharap semoga yang menang bisa mewujudkan janji-janji politik nya, dan bisa amanah terhadap kekuasaan yang harus diembannya, karena bagaimanapun juga nanti pasti dimintai pertanggungjawabannya entah itu di dunia pada saat akhir masa jabatannya, dan yang pasti di akhirat kelak. Dan kepada pihak yang kalah, berbesar hati dan menerima kekalahan adalah jawaban yang paling baik agar tidak terjadi kisruh yang berkepanjangan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

eeeehhhh ketemu alief di sini!!!!!

keep blogging!